Tuesday, 9 December 2025

PKKS SMK Muhammadiyah 1 Jakarta Tahun Pelajaran 2025-2026 Berlangsung Sukses

 PKKS SMK Muhammadiyah 1 Jakarta Tahun Pelajaran 2025-2026 Berlangsung Sukses

Jakarta, [Selasa, 09 November 2025] – Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) SMK Muhammadiyah 1 Jakarta untuk tahun pelajaran 2025-2026 telah selesai dilaksanakan dengan lancar. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja kepala sekolah, Bapak Febriantoni, M.Pd., dalam memimpin sekolah menuju visi Menghasilkan Lulusan yang Islami, Kompeten dan Responsif terhadap Perubahan Iklim".

Tim asesor yang bertugas dalam penilaian kali ini merupakan gabungan ahli pendidikan, terdiri dari:

Dr. Misriandi, M.Pd.

Dra. Hj Siti Nafiesah, M.Pd.

Dr. Aslam, M.Pd.

Agenda acara dimulai dengan pembukaan oleh MC Ibu Tati Nurkhikmah, M.Pd, dilanjutkan dengan kultum yang disampaikan oleh Tamim Hamzah mengenai "6 Habits Memudahkan ke Surga".

Sambutan pertama diberikan oleh perwakilan tim asesor, Dr. Misriandi, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penilaian yang melibatkan masukan dari staf dan guru, selain hasil observasi asesor sendiri.

Acara dilanjutkan dengan sambutan dan pemaparan profil SMK Muhammadiyah 1 Jakarta oleh Kepala Sekolah Bapak Febriantoni, M.Pd. Beliau mempresentasikan berbagai capaian dan program sekolah yang berfokus pada menghasilkan lulusan yang islami, kompeten, dan responsif terhadap perubahan iklim.

Sesi inti PKKS mencakup pemeriksaan data administrasi dan wawancara mendalam dengan tim asesor untuk memvalidasi informasi yang telah disampaikan.

Tuesday, 25 November 2025

DZIKIR PAGI REMINDER

 *بِسْــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ*

        

🔊 𝐃𝐙𝐈𝐊𝐈𝐑 𝐏𝐀𝐆𝐈 𝐑𝐄𝐌𝐈𝐍𝐃𝐄𝐑




*أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ*


*A'uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim*


Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”


➡ *1. Membaca Ayat Kursi (1x)*


اللّٰهُ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَـيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗۤ اِلَّا بِاِ ذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖۤ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ ۚ وَلَا يَــئُوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَ هُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ


“Allah tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) melainkan Dia Yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang (berada) dihadapan mereka, dan dibelakang mereka dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari Ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.” (Al-Baqarah: 255) [1]


➡ *2. Membaca Surat Al-Ikhlas (3x)*


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ


“Katakanlah, Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah (Rabb) yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya.”

[2]


➡ *3. Membaca Surat Al-Falaq (3x)*


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ


قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ,مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ


Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki. [3]


➡ *4. Membaca Surat An-Naas (3x)*


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ


“Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan (Ilah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada-dada manusia. Dari golongan jin dan manusia.”

[4]


➡ *5. Membaca (1x)* :


أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.


*Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillah walhamdulillah, laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodir. Robbi as-aluka khoiro maa fii hadzal yaum wa khoiro maa ba’dahu, wa a’udzu bika min syarri maa fii hadzal yaum wa syarri maa ba’dahu. Robbi a’udzu bika minal kasali wa su-il kibar. Robbi a’udzu bika min ‘adzabin fin naari wa ‘adzabin fil qobri.*


“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah. Tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” [5]


➡ *6. Membaca (1x)* :


اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ


*Allahumma bika ash-bahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur.*


“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan kehendak-Mu kami hidup dan dengan rahmat dan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” [6]


➡ *7. Membaca Sayyidul Istighfar (1x)*


اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ


*Allahumma anta robbii laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka wa anaa ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu. Abu-u laka bi ni’matika ‘alayya wa abu-u bi dzambii. Fagh-firlii fainnahu laa yagh-firudz dzunuuba illa anta.*


“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) kecuali Engkau, Engkau-lah yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku akan setia pada perjanjianku dengan-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan (apa) yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu (yang diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.” [7]


➡ *8. Membaca (3x)* :


اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ


*Allaahumma 'aafinii fii badanii, allaahumma 'aafinii fii sam'ii, allaahumma 'aafinii fii bashorii, laa ilaaha illaa anta. Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqr, allaahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabil qobr, laa ilaaha illaa anta.*


“Ya Allah, selamatkanlah tubuhku (dari penyakit dan dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau dari apa yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkanlah penglihatanku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau.” [8]


➡ *9. Membaca (1x)* :


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ


*Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhiroh. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awrootii wa aamin row’aatii. Allahumah fadni min bayni yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhomatik an ughtala min tahtii.*


“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).” [9]


➡ *10. Membaca (1x)* :


اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ


*Allahumma ‘aalimal ghoybi wasy syahaadah faathiros samaawaati wal ardh. Robba kulli syai-in wa maliikah. Asyhadu alla ilaha illa anta. A’udzu bika min syarri nafsii wa min syarrisy syaythooni wa syirkihi, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an aw ajurruhu ilaa muslim.*


“Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku, syaitan dan ajakannya menyekutukan Allah (aku berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya.” [10]


➡ *11. Membaca (3x)* :


بِسْمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ


*Bismillahilladzi laa yadhurru ma’asmihi syai-un fil ardhi wa laa fis samaa’ wa huwas samii’ul ‘aliim.*


“Dengan Menyebut Nama Allah, yang dengan Nama-Nya tidak ada satupun yang membahayakan, baik di bumi maupun dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Maha mengetahui.” [11]


➡ *12. Membaca (3x)* :


رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا


*Rodhiitu billaahi robbaa wa bil-islaami diinaa, wa bi-muhammadin shallallaahu ‘alaihi wa sallama nabiyya.*


“Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabb-ku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad صلي الله عليه وسلم sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).” [12]


➡ *13. Membaca (1x)* :


يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ


*Yaa Hayyu Yaa Qoyyum, bi-rohmatika as-taghiits, wa ash-lih lii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin*


“Wahai Rabb Yang Mahahidup, Wahai Rabb Yang Mahaberdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala keadaan dan urusanku dan jangan Engkau serahkan kepadaku meski sekejap mata sekalipun (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” [13]


➡ *14. Membaca (1x)* :


أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ


*Ash-bahnaa ‘ala fithrotil islaam wa ‘alaa kalimatil ikhlaash, wa ‘alaa diini nabiyyinaa Muhammadin shallallahu ‘alaihi wa sallam, wa ‘alaa millati abiina Ibraahiima haniifam muslimaaw wa maa kaana minal musyrikin*


“Di waktu pagi kami berada diatas fitrah agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kami Muhammad صلي الله عليه وسلم dan agama ayah kami, Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” [14]


➡ *15. Membaca (1x atau 10x atau 100x)* :


لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.


*Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir.*


“Tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.” 

[15],[16],[17]


➡ *16. Membaca (3x)* :


سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ


*Subhanallah wa bi-hamdih, ‘adada kholqih wa ridhoo nafsih. wa zinata ‘arsyih, wa midaada kalimaatih.*


“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya sebanyak bilangan makhluk-Nya, Mahasuci Allah sesuai ke-ridhaan-Nya, Mahasuci seberat timbangan ‘Arsy-Nya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimat-Nya.” [18]


➡ *17. Membaca (1x)* :


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً


*Allahumma innii as-aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqon thoyyibaa, wa ‘amalan mutaqobbalaa.*


“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima.” [19]


➡ *18. Membaca (100x)* :


سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ


*Subhanallah wa bi-hamdih.*


“Mahasuci Allah, aku memuji-Nya.” [20]


➡ *19. Membaca (100x pagi atau sore)* :


أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ


*Astagh-firullah wa atuubu ilaih.*


“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya.” [21]


_____


_Fote Note:_


[1] Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca ayat ini ketika pagi hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dilindungi dari (gangguan) jin hingga pagi hari.” (HR. Al-Hakim (1/562), Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (1/418, no. 662), shahih).


[2] HR. Abu Dawud (no. 5082), an-Nasa-i (VIII/250) dan at-Tirmidzi (no. 3575), Ahmad (V/312), Shahiih at-Tirmidzi (no. 2829), Tuhfatul Ahwadzi (no. 3646), Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (1/411, no. 649), hasan shahih.


[3] Ibid.


[4] “Barangsiapa membaca tiga surat tersebut setiap pagi dan sore hari, maka (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu”. Yakni mencegahnya dari berbagai kejahatan. HR. Abu Dawud (no. 5082), Shahiih Abu Dawud (no. 4241), Annasa-i (VIII 250) dan At-Tirmizi (no. 3575), At-Tarmidzi berkata “Hadits ini hasan shahih”. Ahmad (V/312), dari Abdullah bin Khubaib radhiyallahu ‘anhu. Shahiih at-Tirmidzi (no. 2829), Tuhfatul Ahwadzi (no. 3646), Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (1/411 no. 649), hasan shahih.


[5] HR. Muslim (no. 2723), Abu Dawud (no. 5071), dan at-Tirmidzi (3390), shahih dari Abdullah Ibnu Mas’ud.


[6] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1199, lafazh ini adalah lafazh al-Bukhari, at-Tirmidzi no. 3391, Abu Dawud no. 5068, Ahmad 11/354, Ibnu Majah no. 3868, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Shahiih al-Adabil Mufrad no. 911, shahih. Lihat pula Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 262.


[7] “Barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu pagi lalu ia meninggal sebelum masuk waktu sore, maka ia termasuk ahli Surga. Dan barangsiapa membacanya dengan yakin di waktu sore lalu ia meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk ahli Surga.” (HR. Al-Bukhari no. 6306, 6323, Ahmad IV/122-125, an-Nasa-i VIII/279-280) dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu ‘anhu.


[8] HR. Al-Bukhari dalam Shahiib al-Adabil Mufrad no. 701, Abu Dawud no. 5090, Ahmad V/42, hasan. Lihat Shahiih Al-Adabil Mufrad no.539


[9] HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 1200, Abu Dawud no. 5074, An-Nasa-i VIII / 282, Ibnu Majah no. 3871, al-Hakim 1/517-518, dan lainnya dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhumaa. Lihat Shahiih al-Adabul Mufrad no. 912, shahih


[10] Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda kepada Abu Bakar ash-Shiddiq رضي الله عنه “Ucapkanlah pagi dan petang dan apabila engkau hendak tidur.” HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad 1202, at-Tirmidzi no.3392 dan Abu Daud no. 5067,Lihat Shahih At- Tirmidzi no. 2798, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 914, shahih. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2753


[11] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya.” HR. At-Tirmidzi no. 3388, Abu Dawud no. 5088,Ibnu Majah no. 3869, al-Hakim 1/514, Dan Ahmad no. 446 dan 474, Tahqiq Ahmad Syakir. Dari ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahiih Ibni Majah no. 3120, al-Hakim 1/513, Shahiih al-Adabil Mufrad no. 513, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 655, sanad-nya shahih.


[12] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore, maka Allah memberikan keridhaan-Nya kepadanya pada hari Kiamat.” HR. Ahmad IV/337, Abu Dawud no. 5072, at-Tirmidzi no. 3389, Ibnu Majah no. 3870, an-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 4 dan Ibnus Sunni no. 68, dishahihkan oleh Imam al-Hakim dalam al-Mustadrak 1/518 dan disetujui oleh Imam adz-Dzahabi, hasan. Lihat Shahiih At Targhiib wat Tarhiib I/415 no. 657, Shahiih At Targhiib wat Tarhiib al-Waabilish Shayyib hal. 170, Zaadul Ma’aad II/372, Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2686.


[13] HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 46, An Nasai dalam Al Kubro 381: 570, Al Bazzar dalam musnadnya 4/ 25/ 3107, Al Hakim 1: 545. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 227


[14] HR. Ahmad III/406, 407, ad-Darimi II/292 dan Ibnus Sunni dalam Amalul Yaum wol Lailah no. 34, Misykaatul Mashaabiih no. 2415, Shahiihal-Jaami’ish Shaghiir no. 4674, shahih


[15] HR. Abu Dawud no. 5077, Ibnu Majah no. 3867, dari Ab ‘Ayyasy Azzurraqy radhiyallahu ‘anhu, Shahiih Jaami’ish Shaghiir no. 6418, Misykaatul Mashaabiih no. 2395, Shahiih at-Targhiib 1/414 no. 656, shahih.


[16]  HR. An-Nasa-i dalam 'Amalul wal Lailah (no. 24), Ahmad (V/420), dari Abu Ayyun al-Anshari. Lihat Silsilah al-Ahaadits ash-Shahiihah (no. 113 dan 114) dan Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (I/416, no. 660), shahih.


[17] “Barangsiapa membacanya sebanyak 100x dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, mendapat perlindungan dari syaitan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.” HR. Al-Bukhari no. 3293 dan 6403, Muslim IV/2071 no. 2691 (28), at-Tirmidzi no. 3468, Ibnu Majah no. 3798, dari Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه. Penjelasan: Dalam riwayat an-Nasa-i (‘Amalul Yaum wal Lailah no. 580) dan Ibnus Sunni no. 75 dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya dengan lafadz: “Barangsiapa membaca 100x pada pagi hari dan 100x pada sore Hari.”… Jadi, dzikir ini dibaca 100x diwaktu pagi dan 100x diwaktu sore. Lihat Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 2762


[18] HR. Muslim no. 2726. Syarah Muslim XVII/44. Dari Juwairiyah binti al- Harits radhiyallahu ‘anhuma


[19] HR. Ibnu Majah no. 925, Shahiih Ibni Majah 1/152 no. 753 Ibnus Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 54,110, dan Ahmad VI / 294, 305, 318, 322. Dari Ummu Salamah, shahih.


[20] HR. Muslim no. 2691 dan no. 2692, dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Syarah Muslim XVII / 17-18, Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib 1/413 no. 653. Jumlah yang terbanyak dari dzikir-dzikir Nabi adalah seratus diwaktu pagi dan seratus diwaktu sore. Adapun riwayat yang menyebutkan sampai seribu adalah munkar, karena haditsnya dha’if. (Silsilah al-Ahaadiits adh-Dha-’iifah no. 5296).


[21] HR. Al-Bukhari/ Fat-hul Baari XI/101 dan Muslim no.2702

عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ:قَالَ رَسُو لُ اللهِ صلي الله عليه وسلم : يَااَيُّهَا النَّسُ، تُوبُواإِلَيْ اللهِ. فَإِنِّيْ اَتُوبُ فِيْ الْيَومِ إِلَيْهِ مِانَةً مَرَّةٍ

Dari Ibnu ‘Umar ia berkata: “Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda: ‘Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali.’” HR. Muslim no. 2702 (42).


Dalam riwayat lain dari Agharr al-Muzani, Rasulullah صلي الله عليه وسلم bersabda:

[إِنَّهُ لَيُغَانُ عَلَى قَلْبِيْ وَإِنِّيْ لأَسْتَغْفِرُ اللهَ فِي الْيَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ]

“Sesungguhnya hatiku terkadang lupa, dan sesungguhnya aku istighfar (minta ampun) kepada Allah dalam sehari seratus kali.” (HR. Muslim no. 2702 (41)


Nabi صلي الله عليه وسلم bersabda: “Barangsiapa yang mengucapkan:

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

‘Aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung, Yang tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Dia, Yang Maha hidup lagi Maha berdiri sendiri dan aku bertaubat kepada-Nya.’

Maka Allah akan mengampuni dosanya meskipun ia pernah lari dari medan perang.” HR. Abu Dawud no. 1517, at-Tirmidzi no. 3577 dan al-Hakim I/511. Lihat Shahiih at-Tirmidzi III/282 no. 2381.

Ayat yang menganjurkan istighfar dan taubat di antaranya: (QS. Huud: 3), (QS. An-Nuur: 31), (QS. At-Tahriim: 8) dan lain-lain.


-------------------------------------


Dinukil dari buku Doa Dan Wirid halaman 133- 155 yang disusun oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir jawas , Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafii


====================

Berbagi dzikir dan doa yg bisa kita amalkan sehari-hari agar senantiasa kita selalu dekat dg Allah


▶️Halaman Facebook :

https://www.facebook.com/Kumpulan-Dzikir-Doa-100646828209234


▶️Chanel YouTube 

https://www.youtube.com/c/KumpulanDzikirDoa


▶️ Telegram 

https://t.me/kumpulandzikirdandoa

Friday, 21 November 2025

HIWAR (PERCAKAPAN) BAB 2 KELAS 11 SMK MUTU JAKARTA

 نُزُوْلُ الْقُرْآنِ


رِضْوَانٌ : صَبَاحُ الْخَيْرِ يَا نَصْرٌ

نَصْرٌ : صَبَاحُ النُّوْرِ يَا رِضْوَانٌ، مَاذَا تَعْمَلُ؟

رِضْوَانٌ : أَحْفَظُ الْقُرْآنَ

نَصْرٌ : أَيُّ جُزْءٍ تَحْفَظُ؟

رِضْوَانٌ : أَحْفَظُ الْجُزْءَ الثَّلَاثِينَ مِنَ الْقُرْآنَ

نَصْرٌ : هَلْ حَفِظْتَ كُلَّ سُوْرَةٍ مِنْهَا؟

رِضْوَانٌ : الحَمْدُ لِلَّهِ، حَفِظْتُ كُلَّهَا



لَيْلَى : مَسَاءُ الْخَيْرِ

حَسَنَةُ : مَسَاءُ النُّوْرِ يَا لَيْلَةً

لَيْلَى : هَلْ حَفِظْتِ سُوْرَةَ الْقَدْرِ؟

حَسَنَةُ : لَمَّا يَا أُخْتِي، هَلْ حَفِظْتِ يَا لَيْلَةُ ؟

لَيْلَى : نَعَمْ، أَحْفَظُهَا، وَلَكِنِّي لَا أَعْرِفُ مَعْنَاهَا

حَسَنَةُ : حَيَّا نَدْرُسُهَا مَعًالَيْلَى : حَيَّا بِنَا







Friday, 14 November 2025

Peningkatan Mutu Pendidik Muhammadiyah

Bimbingan Teknis Pembelajaran Mendalam, Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Penguatan Karakter Digelar di Jakarta

JAKARTA BARAT – Sebanyak 200 guru dari berbagai sekolah Muhammadiyah se-Jakarta berkumpul untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) intensif bertajuk "Pembelajaran Mendalam, Koding, Kecerdasan Artifisial, dan Penguatan Karakter." Acara ini diselenggarakan selama lima hari, mulai tanggal 12 hingga 16 November 2025, bertempat di Hotel Novotel Gajah Mada, Jakarta Barat.

Bimtek ini bertujuan untuk membekali tenaga pendidik dengan keterampilan abad ke-21 yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Materi yang disampaikan berfokus pada empat pilar utama:

  1. Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Strategi untuk menciptakan proses belajar yang lebih bermakna dan terstruktur.
  2. Koding: Pengenalan dasar pemrograman sebagai bekal literasi digital.
  3. Kecerdasan Artifisial (AI): Pemanfaatan teknologi AI untuk efisiensi pengajaran dan pembelajaran.
  4. Penguatan Karakter: Integrasi nilai-nilai moral dan etika dalam kurikulum.

Salah satu peserta Bimtek, Tamim Hamzah, S.Pd.I, M.Pd., guru Bahasa Arab dari SMK Muhammadiyah 1 Jakarta, menyatakan antusiasmenya. "Sebagai guru bahasa, kami dituntut untuk tidak hanya mengajar bahasa, tetapi juga mengintegrasikan teknologi modern. Pelatihan ini membuka wawasan kami tentang bagaimana AI dan koding bisa mendukung pembelajaran Bahasa Arab, serta bagaimana menguatkan karakter Islami melalui metode pengajaran yang mendalam," ujar Tamim.

Para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh ke dalam praktik mengajar sehari-hari, sehingga lulusan sekolah Muhammadiyah siap menghadapi tantangan global dan memiliki daya saing tinggi.

Acara yang berlangsung tertib dan penuh interaksi ini ditutup pada hari Minggu, 16 November 2025, dengan harapan agar para guru menjadi agen perubahan digital di lingkungan sekolah masing-masing.


(Tamim Hamzah/SMK Muhammadiyah 1 Jakarta, 16/11/2025)

Monday, 27 October 2025

Cinta dan Doa untuk Vini Zulva Nurhadiyani

 

Vini Zulva Nurhadiyani keponakan nomor dua dari kakak keduaku yaitu Teh Ai. Asal muasal namamu yang terlahir di Garut harus meminta sama Ajengan. Mungkin mamah papahmu (A Ajang) pernah bercerita. 

Saat kamu terlahir menjelang aqiqah, om (saya) diajak Bapak aki (panggilan kakek Vini) untuk meminta nama yang indah dan harus menemui Kakek di Garut kota yaitu Aki Haji Ajengan Holil (Rohimahumulloh). Karena beliau ahlinya bahasa Arab dan Ajengan yang disegani di sekitar Masjid Agung Garut sudah pasti mempunyai nama-nama penuh makna.

Lalu muncullah  2 pilihan nama yang cantik, sampai namamu yang kini diabadikan di akte lahirlah yang terpilih. Di mana Aki Holil awalnya hanya memberi nama Zulva Nurhadiyani (yang artinya cahaya 2 petunjuk, Alqur'an dan Sunnah) dan memberikan kebebasan orang tuamu untuk menambah di awal. 

Ternyata mamah papahmu sepakat untuk menambahkan "Vini" di awal. Hingga hari aqiqah tiba tertulis namamu Vini Zulva Nurhadiyani. 

Vini kecil anak yang aktif berwatak keras dan mandiri. Tak terasa kini sudah dewasa hingga menjadi perempuan cantik, pintar dan tangguh. Barakallah fiik.

Jangan hilang baktimu untuk mamah papah serta sayangmu terhadap saudara-saudaramu. Tetap menjadi perempuan penyayang dan memperjuangkan dalam membela kaum perempuan yang lemah.

Kini Vini dalam hitungan beberapa hari lagi akan menuju akad dan pelaminan bersama pria pilihan Vini berasal dari kota pahlawan Pattimura.

Setelah menikah nanti, apapun dan siapapun Vini akan menjadi tanggung jawab suami sepenuhnya. Semoga Vini mampu menjadi istri Sholehah.

Tak ada kata yang terucap melainkan rasa syukur dan doa terbaik untuk Vini dan calon suami semoga diberikan kesehatan, kelancaran, kemudahan dan keberkahan hingga sah. Serta Istiqomah menjadi cahaya 2 petunjuk (Alqur'an dan Sunnah).

Monday, 1 September 2025

PERCAKAPAN BAHASA ARAB KELAS 12 BAB 1 (وَسَائِلُ الاِتِّصَالِ)

 وَسَائِلُ الاِتِّصَالِ

مُحَمَّدٌ: ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

كَرِيْمٌ: وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. نَهَارُكَ السَّعِيدُ يَا مُحَمَّدُ

مُحَمَّدٌ: سَعِيدٌ مُبَارَكٌ يَا كَرِيْمُز هَلْ لَكَ مَحْمُوْلٌ؟

كَرِيْمٌ: نَعَمْ، لِيْ مَحْمُوْلٌ.

مُحَمَّدٌ: كَمْ مَحْمُوْلًا لَكَ؟

كَرِيمُ : لِي مَحْمُولُ وَاحِدٌ

مُحَمَّدُ : كَيْفَ تَسْتَعْمِلُهُ؟

كَرِيْمٌ : أَسْتَعْمِلُهُ لِاِتِّصَالِ أُسْرَتي وَأَصْدِقَائِي.

مُحَمَّدُ : كَيْفَ حَالُ أُسْرَتِكَ؟

كَرِيمُ : أَسْرَتي بِخَيْرٍ الْحَمْدُ للهِ.

مُحَمَّدُ : إِلَى اللَّقَاءِ!

كَرِيمُ : مَعَ السَّلَامَةِ!

Tuesday, 8 July 2025

Healing ke Balai Pustaka Semakin Cinta Literasi




Healing ke Balai Pustaka Semakin Cinta Literasi

Hari ini Selasa, 08 Juli 2025 mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang berharga dari perjalanan kami.

Saya dan keluarga menyempatkan pergi sekadar healing ke ibu kota untuk mengisi liburannya anak-anak.

Awalnya anak kami minta dibelikan buku novel jika pergi jalan-jalan. Entah mengapa istri membawa ke Balai Pustaka yang belum pernah kami tahu dan harus mencari-cari informasi lewat maps. Ditemukanlah alamat dan tempatnya yang ternyata sering saya lewati saat-saat kuliah di UIJ. Tepatnya di jalan Bunga Matraman.

Setibanya di lokasi kami disambut langsung dengan pantun khusus dari seorang penjaga yang ternyata Direktur Utamanya Balai Pustaka yaitu Bapak Achmad Fachrodji. Berkenalanlah kami sampai diperlihatkan buku beliau yang diterbitkan Balai Pustaka, di tahun 2019 (Cetakan Pertama, dan 2021 (Cetakan Kedua). Judul bukunya “Semakin Santun Karena Berpantun.”

Berbagai jenis pantun ia tuliskan: pantun pergaulan, pantun bisnis, pantun pesta demokrasi, pantun media sosial, pantun minat baca, hingga pantun tentang Corona.

Kepuasan kami tak hanya sampai di toko bukunya. Kami diajak jalan-jalan sampai ke lantai 3 mengenal buku dari semasa zaman penjajahan Belanda.

Dan inilah pantun sambutan Bapak Achmad Fachrodji saat kami datang:

Indah berkembang bunga cempaka 

Sinar rembulan penghias angkasa 

Selamat datang di balai pustaka 

Istana peradaban kebangsaan bangsa.

Dengan healingnya kami ke Balai Pustaka semakin bertambah cinta kami akan literasi.

Oleh: Tamim Hamzah