Bismillahirrahmanirrahim
Segala puji milik Allah yang telah memberkan rahmat dan hidayahNya kepada kita semua.
Shalawat serta salam semoga tercurahkan kepada nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam.
Pada
ramadhan tahun ini 1435 H atau 2014 Juni-Juli kemarin, tak sengaja saya
tergerak untuk membuat SIM C. Memang awalnya istri yang mendorong saya
supaya membuat SIM segera karena sedang libur. Tepat tanggal 26 Juni
saya pun berangkat ke Polres Bekasi ditemani istri. Kebetulan istri
punya tujuan yang sama yaitu hanya memperpanjang SIM nya yang sudah
habis masa berlakunya.
Setibanya di Polres di tempat parkir, kami sempat ditawari calo
agar segala urusannya diserahkan kepada mereka dengan bayaran yang cukup
tinggi, dengar-dengar sampai 400.000 an. Ah kami pun tidak
menghiraukannya, karena ingin mencoba sendiri langsung prosesnya kayak
gimana.
Kami langsung menuju kantor Polres dan di
gerbang ada salah satu polisi yang berjaga memberitahukan kami tempat
registrasinya. Ternyata lokasinya di luar gedung Polres sebelah kiri dan
langsung masuk gang mengikuti orang yang di depan yang sepertinya
mempunyai tujuan yang sama. Kami pun daftar sekaligus cek kesehatan
dengan membayar Rp 25.000/orang. Selesai dari sana kami diminta untuk
bayar asuransi dan biaya SIM sebesar 130.000 atau 100.000 saja bagi yang
memperpanjang di loket yang berada di gedung POLRES. Kami pun bergegas
kembali menuju lokasi dan langsung mengisi form yang harus diisi.
Pada
saat antri untuk pemanggilan tes teori, ternyata istri sudah selesai
dan mendapatkan SIM C barunya karena memperpanjang saja. Tes teori yang
saya isi ternyata tidak membuahkan hasil yang maksimal, hanya mendapat
skor 17 dari soal 30. Maka tes teori saya gagal, karena harus
mendapatkan nilai minimal 18 yang soal jawaban yang benar. Kecewa
sekali saat itu padahal merasa menjawab dengan benar. Ketika diminta
harus kembali lagi tes 2 minggu kemudian, saya mempunyai ide untuk
memoto soal-soal itu supaya bisa membahas di rumah. Namun ternyata soal
yang saya foto itu tidak sama dengan soal yang saya isi sebelumnya.
Berarti dalam fikiran saya pasti soal-soal itu berbeda-beda.
2
minggu kemudian menjelang tes teori kembali, pagi harinya saya browsing
internet untuk mencari-cari soal dan jawaban tes tersebut.
Alhamdulillah soalpun ada sekaligus jawabannya. Maka kesempatan itu tak
disia-siakan untuk mempelajarinya, sampai akhirnya di POLRES setelah
melihat soal tes nya ternyata sama persisi dengan soal yang saya foto.
Luar biasa itulah pertolongan Allah dan saya pun dinyatakan lulus dan
boleh langsung tes praktek. Pada saat itu tanggal 10 Juli 2014 tes
praktek pun gagal dan harus kembali tes 2 minggu kemudian ketentuannya.
Namun tidak sampai 2 minggu pada tanggal 21 Juli tepatnya Senin saya
mencoba tes praktek yang kedua dan dinyatakan gagal kembali karena
memang ban belakang menyeggol batu padahal sudah hampir finish.
Allah
maha pengasih, alhamdulillah atas kehendakNya ternyata Allah menolong
saya melalui seorang polisi yang menyatakan saya diluluskan dan supaya
menuju tempat pemotretan pembuatan SIM segera dengan tanda tangannya.
Dan SIM pun selesai sampai saya dipangil untuk mengambilnya. Bagi yang
belum punya SIM, saya sarankan lebih baik membuat sendiri tanpa bantuan
calo harus bayar mahal-mahal. Itupun kalau waktunya pas lagi luang.
Selamat mencoba kawan...
Itulah pengalaman saya...
Wassalamu'alaikum warahmatullah...
No comments:
Post a Comment